Kupu kupu adalah hewan yang mengalami metamorfosis sempurna. Dari telur/larva – ulat – kepompong – kupu kupu. Metamorfosis. Perubahan. Metamorfosis sempurna. Perubahan menjadi sesuatu yang sempurna. Itu menurut gw tapinya.
Persamaan antara manusia dan kupu kupu, sama sama ber metamorfosis sempurna. Sama sama ingin berubah ke arah yang lebih baik, menuju sempurna.
Gw merasa bahwa gw berada dalam proses itu. Baik mind set maupun fisik. Karna gw ga ngerti apakah jalan pikirannya si kupu kupu ikut berubah sesuai dengan fisiknya, jadi otomatis gw ga akan membahas dari segi pola pikir.
Kupu kupu yang awalnya jelek, bikin gatel, gendut, ijo, njiji’i, bisa berubah jadi cantik, colourful, terbang, punya sayap.
Gw jujur, merasa seperti itu. Gw yang pas SD culun abis, pendiem, temennya sedikit, diketawain, di-bully, di anggap anak bawang, akhirnya berubah. Sedikit sedikit pas SMP gw buktiin kalo gw punya gaya, gw bisa lebih dari temen temen SD gw yg selalu nganggep gw anak bawang. And yes i did!
Sekarang gw lebih bebas. Bebas nunjukkin siapa gw sebenernya. Bebas terbang punya sayap layaknya kupu kupu. Sekarang gw adalah Sheila yg sebenarnya. Yang punya kemampuan buat berubah lebih baik lagi. Yang berusaha menyempurnakan dirinya. Yang sedang membuktikan bahwa gw punya sesuatu yang berbeda. Dan inilah tahap selanjutnya.
Sejuta kupu kupu berwarna kuning di dunia. Tapi ada berapa kupu kupu berwarna mejikuhibiniu sekaligus dalam sayapnya?
Tahap itulah yang harus gw lewatin, sekarang. Gw masih harus usaha untuk menjadi berbeda, be unique. Bahwa gw itu ga sekedar orang yang biasa biasa aja.
Sekarang mana yg kau pilih? Yang kuning atau yang pelangi? Karna sesungguhnya kau adalah kupu kupu. Tinggal tentukan saja kemana tujuanmu selanjutnya.
)
Dearest,
Sheila